Sejak ribuan tahun lalu manusia sudah menentukan lamanya
waktu dalam sehari dengan menggunakan tongkat. Dengan cara melihat bayangan
yang dihasilkan oleh tongkat tersebut. Pada pagi hari bayangan lebih panjang
dan berlawanan dengan arah cahaya matahari. Pada siang hari biasanya bayangan
terlihat pendek bahkan sampai tidak ada sama sekali karena matahari tepat di
atas. Sedangkan pada sore hari hampir sama dengan pagi hari.
3500 tahun sebelum masehi bangsa mesir mendirikan semacam
monumen atau disebut obelisk sebagai penunjuk waktu.
Jam air versi bangsa yunani (1500 SM) pernah di temukan di
kuburan amenhotep atau disebut juga clepsydra. Cara kerjanya adalah air yang
mengalir akan di tampung di sebuah bejana yang kemudian akan masuk ke dalam bak
penampungan,ada juga yang di keluarkan jika air sudah penuh air itu akan
menggerakkan gerigi roda. Kemudian tanda penunjuk waktunya akan ikut bergerak.
Jam ini kemudian di sempurnakan lagi oleh bangsa cina.
Jam lilin ditemukan
sekitar abad ke 9 masehi, cara kerjanya dengan menghitung berdasarkan angka yg
tertera pada lilin ini juga digunakan untuk mengukur waktu. Kekurangan jam
lilin adalah sangat rentan terhadap angin
Jam pasir, ditemukan sebelum abad ke 14 M. Prinsip kerjanya
hampir sama dengan jam lilin, kalau pasir di atas sudah habis tinggal di balik
saja. Kekurangan dari jam pasir, jam pasir akan bermasalah pada orang yang
mudah lupa
Sekitar tahun 1200-an di daratan Eropa sudah di temukan jam
mekanik. Tahun 1309 , mulai sebuah proyek besar pembuatan jam untuk gereja St.
Eustogorio di Milan. Selain itu di Prancis ada seorang raja yaitu Raja Charles
V memesan kepada Henry De Vick untuk membuat jam mekanik berukuran besar,
berbahan besi, dengan pemberat berbobot 220 kg.
Pertengahan abad 14 , banyak jam mekanik yang muncul di
Eropa salah satunya yang terkenal adalah buatan Giovani Dondi tahun 1364. Pada
tahun 1485 , Leonardo Da Vinci membuat sketsa sebuah jam. Tahun 1500 , di
jerman orang – orang mulai memperhatikan kebutuhan akan melihat waktu.
Peter Henlein (1480 – 1542) seorang tukang kunci dari
Nunmberg membuat ukuran jam menjadi lebih kecil dan tak seberat jam mekanik
jadi dapat di bawa kemana – mana. Perkembangan jam terus di sempurnakan.
Christian Huygens seorang ahli matematika,fisika dan astronomi
dari Belanda menyempurnakan metode dari jam mekanik dengan membuat jam pendulum
pertama pada tahun 1673. Tahun 1680 jam
buatan huygens diproduksi di Jenewa, London dan Prancis. Pada tahun 1884 , 25
delegasi negara menyetujui pembagian zona waktu.
Pada tahun 1927 muncul jam kuarsa yg cara kerjanya
didasarkan pada piezoelectric,yaitu tenaga listrik yg dihasilkan kristal kuarsa
disempurnakan oleh W.A Marrison dan J.W Horton.
Keakuratan jam kian mendekati kepersisan sejak
munculnya jam atom pada tahun 1949. Tahun 1969 tercipta jam atom dengan
ketepatan sampai per semiliar detik sehari berarti angka melesetnya kurang dari
sedetik dalam 100.000 tahun.